5 pelajaran penting dari memulai bisnis freelance

November 9, 2020

Memulai bisnis freelance pada saat kuliah adalah hal yang paling menyenangkan. Karena banyak sekali pengalaman yang aku dapat. Terutama 5 pelajaran penting dari freelance yang engga bisa aku lupakan.

Sebelumnya juga sempat bekerja part time event organizer ke tempat tempat berbeda. Akan tetapi bayaran yang didapat aku rasa sangat kecil, dan hanya cukup untuk membayar biaya tinggal saja.

Setelah itu mulailah muncul keinginan untuk memulai pekerjaan lain yang bisa aku tentukan harga, dan bayarannya sendiri. Oleh karena itu mulai lah pengalaman bisnis freelance ini.

Mulai belajar hal baru apalagi yang berhubungan dengan bisnis memiliki alur belajar yang hampir sama. Dengan pengalaman bidang yang lainnya. Akan tetapi pasti ada saja pertanyaan yang selalu terpikirkan saat kita baru memulai.

Seperti dimana kamu bisa menemukan client pertama mu ? Berapa harga dari sebuah desain yang kamu tetapkan ? Hingga haruskah kamu mendalami satu bidang saja seperti ilustrasi, logo ataupun poster maupun social media feed.

Dan dari sinilah pengalaman kegagalan dimulai dengan cepat, dan sangat sering terjadi. Tapi dibalik kegagalan tersebut kamu bisa belajar banyak sekali ilmu.

Dan kamu dapat mengurangi kegagalan tersebut karena sudah tahu lebih dulu apa yang bisa saja kamu hadapi nanti.


Bisnis dahulu baru bidang yang kamu tekuni.

aplikasi desain grafis serta tools untuk microstock
color by undraw

Saat baru memulai bisnis freelance ini, mungkin kamu akan bingung. Berapa banyak waktu, dan usaha yang harus kamu lakukan untuk menjalankannya.

Dan mungkin kamu akan berpikir kalau waktu, dan usaha akan lebih banyak dihabiskan. Dengan mendesain logo atau feed instagram maupun sebuah ilustrasi.

Tapi pengalaman realitanya nih ternyata pekerjaan yang berhubungan dengan operasional seperti personal branding, dan mencari customer. Memakan waktu, dan usaha yang lebih banyak.

Dibandingkan dengan mengerjakan hal sesuai bidang yang kamu geluti. Itu sebagai prioritas nomor dua.

Pentingnya personal branding.

Sebagai seorang freelance full time illustrator desain microstock maupun work types lainnya yang harus kamu miliki adalah portfolio. Tentunya untuk menjaring client yang potensial sesuai work types yang kamu pilih.

Memiliki website sebenarnya bukan sebuah keharusan. Tapi berdasarkan pengalaman kalau kamu mempunyai website. Maka akan ada banyak client potensial yang bisa aja kamu dapatkan.

Selain untuk memperlihatkan work type yang kamu tekuni. Dapat juga menciptakan kesan profesional dengan banyak modal yang besar.

Akan tetapi kamu bisa juga kok menggunakan platform seperti Behance, Dribbble maupun sebuah Facebook Page. Untuk dijadikan portfolio menampilkan hasil artworkmu.

Dengan memiliki portfolio secara online kamu juga dapat membuat banyak orang tau dengan keberadaanmu. Dan juga apa yang lagi kamu kerjain sekarang ini.

Walaupun mungkin mereka belum ada minat untuk menggunakan jasamu. Mungkin aja nih suatu saat kenalan mereka membutuhkan jasa desain maka bukan engga mungkin kamu yang bakal direkomendasikan.

Dimana kamu bisa dapetin client ?

Setelah kamu udah membangun personal branding baik itu secara online maupun offline. Langkah selanjutnya adalah mendapatkan client yang potensial.

Sangat banyak sekali cara untuk mendapatkan client yang potensial termasuk dari mulut ke mulut. Walaupun cara ini tergolong tradisional tapi sangat efektif kok.

Selain itu pentingnya komunitas juga sangat berpengaruh dengan bisnis freelance mu. Pengalaman dalam bergabung banyak komunitas salah satunya komunitas bisnis. Menjadikan jasa yang kamu miliki diketahui oleh client potensial yang ada disini.

Mengikuti seminar workshop ataupun kegiatan komunitas yang bermanfaat. Sampai menjawab pertanyaan yang bisa kamu jawab bikin kredibilitasmu meningkat. Di mata client maupun rekan sesama freelance.


Bersikap dan berkomunikasi secara profesional.

latih mindfulness agar terbiasa sikap ini
checklist by undraw

Pengalaman pertama kali memulai bisnis freelance, mungkin kamu akan menghadapi banyak kebingungan. Seperti apa pertanyaan yang harus kamu tanyakan ke client. Untuk menggali kebutuhan clientmu.

Sampai berapa harga yang harus kamu berikan ke clientmu. Saat baru mulai pertama kali kamu mungkin akan merasa seperti tidak memiliki pengalaman sama sekali. Akan tetapi jangan perlihatkan hal ini ke clientmu.

Dengan bersikap seperti profesional kamu dapat terlihat tenang, dan bijak dari setiap tindakan yang kamu lakuin. Apalagi saat kamu belum bisa menjawab pertanyaan clientmu.

Mempertahankan, dan juga menjelaskan apa yang kamu buat dalam desainmu. Dan bagaimana pengalamanmu dalam menangani hal itu.

Hal menarik yang bisa kamu pelajari adalah semakin banyak pengalaman tentang berinteraksi dengan client.

Dengan begitu kamu bisa nih menjelaskan pengalamanmu sebelumnya ke client barumu. Agar mereka dapat menyadari kalau kamu bener-bener profesional.

Tahu hal apa yang harus ditanyakan ke client, dan juga apa yang akan kamu berikan ke clientmu.

Semakin sering kamu melakukannya maka semakin mudah untuk dilakukan.


Pengalaman berharga yaitu minta bayaran di awal.

Dari 5 pelajaran penting dari pengalaman memulai freelance bisnis ini. Yang paling teringat adalah tentang bayaran, dan juga kontrak.

Sebagai seorang freelance full time illustrator desain microstock maupun work types lain. Meminta bayaran adalah hal yang sedikit sensitif namun sangat penting.

Project paling pertamaku adalah desain website untuk sebuah umkm di pulau Jawa. Tidak mendiskusikan tentang berapa biaya yang dibutuhkan, dan langsung aja memulai project.

Dan setelah selesai project telah diterima oleh client langsung. Akan tetapi saat memberikan harga untuk website tersebut client ini tiba-tiba hilang ga ada kabar.

Saking polosnya dalam bekerja sampai lupa kalau belum dibayar. Mungkin ini akan jadi pelajaran berharga untukmu juga.

Setidaknya mintalah minimal 30%-50% dari total harga yang sudah disepakati di awal ini. Ini adalah win win solution yang menurutku paling bagus.

Juga jangan datang dan pergi tiba tiba. Kalau bisa berikan progress dari project yang sedang dikerjain. Sehingga client engga nethink denganmu.


Hitung harga berdasarkan value jangan menggunakan waktu saja.

Salah satu tantangan bisnis freelance adalah harga yang bersaing. Dengan begitu penting juga kamu tahu berapa harga yang sebenarnya tepat untuk setiap project yang kamu kerjakan.

Cara menghitung harga sebuah project sebenarnya bisa berdasarkan waktu pengerjaan, dan juga value yang diberikan dari project tersebut.

Untuk pertama kali mungkin kamu bisa nih mengatur harga berdasarkan waktu yang kamu habiskan. Akan tetapi jika sudah semakin sering kamu dapatkan project.

Dan profesionalitasmu meningkat lebih baik kamu menggunakan cara kedua yaitu berdasarkan value.

Karena banyak sebenarnya clientmu yang ingin membayar lebih dari impact yang kamu berikan lewat projectmu. Kamu ga mungkin menolak rejeki kan.

Apalagi jika project yang kamu kerjakan sangat penting untuk bisnis atau si client mu.

Dengan begitu kamu juga bisa menggunakan perhitungan berdasarkan waktu jika budget clientmu terbatas. Jangan terlalu idealis tentang harga dari projectmu.

Lihat kebutuhan client seberapa pentingnya project ini bagi clientmu. Lalu perhitungkan juga waktu pengerjaan. Terkadang semakin sering kamu mendapatkan project yang sama.

Semakin sedikit waktu yang kamu perlukan untuk mengerjakan selanjutnya. Engga mungkin kan setiap project yang sama semakin dikit hasil yang kamu peroleh.

Hanya karena kamu ngerjain lebih cepet tetapi hasil yang kamu berikan tetep sama seperti biasanya. Harga yang kamu berikan pun malah semakin murah.

Oleh karena itu menghitung berdasarkan value yang diberikan jadi pilihan yang tepat. Kembali lagi ke kebutuhan client masing masing serta budgetnya.


Dan pengalaman penting terakhir adalah hindari client gado gado.

"Loh kok ada client gado gado emang makan siang apa ?"

Bukan bukan maksudnya client yang engga jelas maunya apa walaupun udah kamu jelasin panjang lebar. Terkadang client seperti ini engga tahu apa yang sebenernya dibutuhkan.

Akan tetapi engga menerima apa saran yang kamu berikan juga. Dan juga engga semua work type bisa kamu ambil begitu aja. Mungkin seiring berjalannya waktu kamu bisa fokus. Freelance full time sebagai illustrator desain microstock hingga work type lainnya.

Client yang seperti ini biasanya menginginkan hasil yang lebih banyak dibandingkan dengan yang dibayarkan. Dan sengaja meminta revisi bahkan diluar hal yang disepakati diawal.

Daripada kamu harus nyesel karena udah mengambil project itu. Mendingan kamu menghindari client ini. Dan fokus mencari client potensial lainnya.

Memang engga worth it untuk usaha, dan waktu yang kamu keluarkan. Dan daripada dikemudian hari kamu harus terus kerja sama dengan client seperti ini. Mending kamu hindari diawal.

Nah itu dia 5 pengalaman, dan pelajaran penting yang aku dapat dari awal menjadi freelance ini.


Pengalaman mu apakah sama ?

Kalau kamu saat ini udah memulai bisnis freelance secara full time sebagai illustrator desain microstock sampai work type lainnya. Termasuk social media feed.

5 pelajaran penting ini mungkin akan membantu kamu terhindar dari hal yang kamu inginkan.

Terimakasih Udah Membaca ya 🙂

Mungkin itu saja dulu yaa yan aku share untuk kalian. Oiya aku mau berbagi insight mingguan untuk teman-teman Desainers semua. Kamu mau dapetin juga ?.

Caranya gampang kamu tinggal ketik nama dan emailmu doang kok. Ga sampe 5 menit loh. Yuk subscribe blog ini untuk dapetin insight Desainers mingguan.

Kalau kamu pikir ini penting buat kamu share juga ya di social mediamu agar kamu mudah untuk baca dilain hari. So Stay Tune terus.

5 pelajaran penting dari memulai bisnis freelance

pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan, mungkin 5 pelajaran penting ini harus kamu tahu dari awal memulai freelance

Read More
cloud-syncearthbullhorn linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram